Laporan Hasil Analisis Kuesioner Efektivitas Pembelajaran Online Tenaga Pendidik

LAPORAN HASIL ANALISIS KUESIONER EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING TENAGA PENDIDIK

Laporan Hasil Analisis Kuesioner Efektivitas Pembelajaran Daring Tenaga Pendidik.

Diajukan untuk memenuhi tugas Mata kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Dosen Pengampu : Ibu Hana Lestari M. Pd


Disusun Oleh:
Kikih Jakiah Darojah (1920.04.001)

 FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN 
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (MPI)
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur marilah kita panjatkan kehadirat allah subhanahu wata'ala yang telah memberikan kita banyak kenikmatan diantaranya nikmat iman, islam, dan nikmat sehat walafiat sehingga saya bisa menyelesaikan tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang diampu oleh Ibu Hana Lestari M. Pd mengenai "efektifitas pembelajaran daring pada tenaga pendidik " dengan sebaik baiknya.
Shalawat dan salam semoga tercurah limpah kepada junjungan kita yakni nabi besar Muhammad salallahu alaihi wassalam yang semoga kita mendapat syafaatnya fiddunya wal akhirat. Aamiin.
Saya  ucapkan terimakasih kepada tenaga pendidik dari berbagai tempat mengajar yang sudah ikut berpartisipasi dan berkontiribusi dalam kuesioner ini sehingga saya bisa membuat  makalah ini.
Tidak terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan dalam makalah ini seperi penggunaan bahasa, susunan kalimat dan tata bahasanya, maka dari itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik pembaca yang membangun agar penulis dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi kepada pembaca.

Bogor,13 Mei 2020


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peranan teknologi terkhusus dalam pendidikan memiliki peranan tersendiri yakni membantu kegiatan proses belajar mengajar apalagi di saat pandemi seperti ini sehingga pembelajaran yang dilakukan melalui media cetak (televisi) yang dipersiapkan dan dianjurkan oleh pemerintah hal tersebut menjadi solusi yang tepat pada kondisi saat ini. Terlebih diera digital pendidikan dituntut untuk menerapkan dan memanfaatkan alat-alat teknologi yang ada sehingga diharapkan dengan penerapan teknologi  ini dapat mempermudah dan mempercepat suatu kegiatan atau pekerjaan sekaligus mampu meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan bahkan penerapan teknologi dalam pendidikan mampu  mempersiapkan peserta didik agar siap bersaing di era yang serba digital ini.  Tetapi masih ada beberapa kendala dalam pelaksaan sistem pembelajaran daring ini.

Maka dari itu saya membuat kuisioner yang kemudian diberikan kepada 20 tenaga pendidik dari tingkat PAUD Sampai SMA yang digunakan sebagai bahan pertimbangan mengenai Efektifkah  pembelajaran secara  daring/online ini. Yang Kemudian hasil analisis tersebut dituangkan kedalam sebuah makalah yang mudah-mudah dapat bermanfaat dan dapat pula menjadi bahan pertimbangan bagi semua pihak.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah tenaga pendidik mempunyai kendala dalam pembelajaran online?
2. Apakah sebagai Tenaga pendidik mendapatkan keluhan dari peserta didik?
3. Bagaimanakah pendapat Tenaga pendidik  mengenai pembelajaran online dimasa Pandemi Covid-19 ini?
4. Apakah pembelajaran daring sudah dirasa efektif?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui apakah ada kendala bagi pendidik pada saat pembelajaran online.
2. Untuk mengetahui apakah ada siswa yang mengeluh terhadap pembelajaran online.
3. Untuk mengetahui pendapat dari Tenaga pendidik terhadap pembelajaran online.
4. Untuk mengetahui efektifkah pembelajaran daring.

D. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan yaitu penyebaran kuesioner melalui media WhatsApp secara pribadi oleh pihak pembuat kuesioner kepada pihak tenaga pendidik (responden).
Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang dikirim kepada responden baik secara Iangsung maupun tidak Iangsung. Kuesioner atau angket secara umum dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan yang dapat dijawab sesuai bentuk angket. Pada penelitian kali ini saya menggunakan angket campuran yakni cara menjawabnya ada sekitar 10 pertanyaan hanya check list (√) pada kolom pertanyaan yang tersedia. Dan 2 pertanyaan lainnya berupa pertanyaan yang dijawab menggunakan teks.

E. Waktu Penyebaran Kuesioner
Waktu : 7-12 mei 2020.

F. Peserta/ Responden
Peserta atau responden dalam kegiatan pengisian kuesioner dikhususkan hanya kepada tenaga pendidik yang sedang menjalani Pembelajaran secara online/daring.

G. Sistematika Singkat Kuesioner
kuesioner dibagikan kepada tenaga pendidik melalui media sosial yakni WhatsApp, yang dikirim secara pribadi oleh pembuat kuisioner kepada peserta didik.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Tenaga pendidik mempunyai kendala dalam pembelajaran online

Berdasarkan survei dari hasil analisis kuesioner yang telah saya lakukan terdapat data sebagai berikut. 




Dari data yang diambil tersebut maka diperoleh 100 % mengalami kendala dalam pembelajaran secara online. Kendala kendala tersebut berupa penginputan nilai, pemberian tugas dan proses pembelajaran. Pendidik merasa kaget karena harus mengubah sistem, silabus dan proses belajar secara cepat. Banyak pembelajaran yang tidak tersalurkan dengan baik dan ada pula anak yang tidak menggunakan teknologi. Sehingga menyulitkan untuk tersampaikan nya proses pembelajaran.

2. Apakah tenaga pendidik mendapatkan keluhan dari peserta didik.

Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
Lalu, bagaimanakah nasib peserta didik yang telah diubah metode pembelajaran nya dari yang biasanya tatap muka sekarang menjadi jarak jauh. Ternyata terdapat keluhan peserta didik dalam proses pembelajaran secara online ini. Berdasarkan data berikut. 
Dari data tersebut sekitar 17 (85%) Tenaga pendidik mendapatkan keluhan dari peserta didik. Dan hanya sekitar 3 (15%) Tenaga pendidik yang tidak mengeluhkan terhadap pembelajaran secara online. Kendala atau keluhan yang mereka laporkan yaitu mengenai sinyal yang jelek, kuota yang boros dan tugas tugas yang terlalu banyak. 

3. Bagaimanakah pendapat tenaga pendidik mengenai pembelajaran online dimasa Pandemi Covid-19 ini?

  • Sangat tidak efektif, semoga pandemi ini lekas berakhir dan dapat melakukan kbm seperti biasanya
  • Menurut saya pembelajaran online sekarang masih belum efektif karena untuk beberapa wilayah ada yang belum memadai fasilitasnya entah itu tidak adanya sinyal, tidak memiliki smartphone atau alat komunikasi elektronik lainnya yang mendukung pembelajaran jarak jauh. Kemudian, tidak terbiasanya atau ketidak mampuan orang tua untuk mengajarkan anaknya dirumah merupakan penghambat dalam pembelajaran jarak jauh.
  • Efektif saja akan tetapi kita sebagai tenaga pendidik tidak bisa menjelaskan dan menilai murid secara langsung
  • Belajar secara online menurut saya kurang efektif karena banyak siswa yang mengeluh dari segi quota nya. Untuk proses pembelajaran sendiri lumayan membantu siswa tetep belajar jarak jauh.
  • Menurut saya pembelajaran ini sedikit kurang efektif baik dari segi pembelajaran atau pun media ajar dan ada juga beberapa siswa yang tidak memiliki fasilitas untuk mengikuti pembelajaran daring karna pembelajaran daring ini menggunakan media tekhnologi ada beberapa siswa yang sulit memahami dan juga tidak memiliki fasilitas nya kadang sinyal dan kuota pun menjadi hambatan belajar daring
  • Menurut saya pembalajaran online dimasa pandemi Covid-19 ini cukup membantu siswa-siswi untuk mengejar materi yang tertinggal dan tetap mengikuti pembelajaran seperti sebelumnya akan tetapi pembelajaran online ini tidak cukup efektif karena keterbatasan media dan susahnya signal apalagi di daerah pedalaman.
  • Kurang efektif untuk usia dini karna harus ada pendekatan langsung dan media yang jelas yang harus diterangkan kepada anak.
  • Tentunya Sangat membantu, karena dengan pembelajaran online kita dapat berpartisipasi dalam pencegahan penularan covid 19.
  • Termasuk hal baru / asing bagi siswa siswi sekolah dipedesaan terlebih lagi banyak yang tidak mempunyai akses internet/hp, menjadi suatu kendala dalam menjalankan pembelajaran online,
  • Menurut pendapat saya mengenai pembelajaran online dimasa Pandemi Covid-19 ini adalah pembelajaran online yang sangat baik, dan inovatif. Karena bukan hanya di sekolah namun saat siswa sedang di rumah pun mereka dapat tetap belajar sambil bersantai.
  • Cukup efektif, tidak ada pilihan lain, ini demi kebaikan bersama
  • Menurut pendapat saya pembelajaran online itu sangat penting saat masa pandemi,karena membantu untuk pencapaian seorang pelajar supaya tidak tertinggal saat nanti masuk sekolah kembali.
  • Menurut saya pembelajaran online dimasa pandemi ini kebijakan yang cukup baik dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan untuk belajar disekolah
  • Tidak ada pilihan lain, namun beberapa hal memang perlu di benahi
  • Baik bagi yang punya fasilitas internet, yang bagus kdg sinyal tdk bagus jg, tapi bagi yg tdk punya kasihan tugasnya tdk bisa terkirim kecuali langsung menemui gurunya utk dtg ke sekolah atw rmhnya, sedangkan lg lock down, tetapi dgn belajar on line ini intinya byk keluhan baik dr siswa ataupun orangtua, jg membuat karakter anak jadi berubah kdg marah, pendiam, dll
  • Menurut saya pembelajaran dimasa Pandemi Covid-19 ini, sampai saat ini masih belum berjalan secara efektif untuk tingkat SD Karena banyak beberapa faktor kendalanya, yaitu:
  1. Dan infrastruktur teknologi untuk komunikasinya masih kurang, karena masih ada beberapa siswa yang orang tuanya tidak mempunyai alat komunikasi hp.
  2. Harus menggunakan kuota untuk bisa online.
  3. Keterbatasan untuk menjelaskan materi kepada anak, sehingga sedikit lama untuk memberikan pemahamannya kepada anak.
  4. Guru kesulitan untuk mengawasi anak dari jauh.
  5. Anak yang kurangannya perhatian dari orang tua, ada yang suka tidak mengerjakan tugas.
  • Jika terlalu lama belajar online anak cepat bosan katanya. Dan guru kesulitan untuk menilai secara online.
  • Kurang efektif bagi pendidikan anak usia dini. karena jika secara langsung membimbing anak, maka kita akan tahu secara jelas dan nyata tanpa rekayasa mengenai tahap perkembangan setiap anak.
  • Sangat Tidak Maksimal dalam hal mendidik dan mengajar. Bahkan sasaran capaian pengajaran dan pendidikan tidak tercapai.
  • Menurut saya mengenai pembelajaran online di masa pandemik covid 19 ini kurang efektif dari jenjang apa pun terlebih banyak daerah terpencil yang sangat susah sinyal itu salah satu kendala nya, sedangkan belajar online ini menggunakan teknologi informasi seperti handphone dan itu harus menggunakan sinyal, serta keperluan rumah tangga menjadi double sebab harus membeli kuota yang seharusnya untuk kebutuhan pokok kini menjadi harus membeli kuota internet.

4. Efektif kah pembelajaran online di masa Pandemi Covid-19?

persebaran virus Corona (Covid-19) yang menjadi krisis besar manusia modern, memaksa kita untuk sejenak bernafas, berhenti dari pusaran sistem, serta melihat kembali kehidupan, keluarga, dan lingkungan sosial dalam arti yang sebenarnya. Manusia dipaksa 'berhenti' dari rutinitasnya, untuk memaknai apa yang sebenarnya dicari dari kehidupan. Indonesia punya tantangan besar dalam penanganan Covid-19. Dari semua aspek yang menjadi tantangan saat ini, saya konsentrasi pada aspek pendidikan, yang esensial untuk didiskusikan. Sehingga timbullah suatu pertanyaan apakah pembelajaran yang di alih kan menjadi pembelajaran jarak jauh atau daring sudah dirasa efektif, berdasarkan hasil kuesioner dari 20 tenaga pendidik hanya sekitar 3 (15%) tenaga pendidik yang menyetujui bahwa pembelajaran online ini sudah dirasa efektif sisanya sekitar 17 (85%)  Tenaga pendidik tidak yang berpendapat bahwa pembelajaran online ini dirasa tidak efektif. Sesuai dengan data berikut.
Pembelajaran secara online memang dirasa tidak efektif apalagi untuk anak usia dini (PAUD) karena jika secara langsung membimbing anak, maka kita akan tahu secara jelas dan nyata tanpa rekayasa mengenai tahap perkembangan setiap anak. banyak daerah terpencil yang sangat susah sinyal itu salah satu kendala nya, sedangkan belajar online ini menggunakan teknologi informasi seperti handphone dan itu harus menggunakan sinyal, serta keperluan rumah tangga menjadi double sebab harus membeli kuota yang seharusnya untuk kebutuhan pokok kini menjadi harus membeli kuota internet. Tapi disamping semua itu tidak ada pilihan lain, sebab ini merupakan kebaikan untuk kita bersama. Proses pembelajaran harus terus berlangsung bagaimana pun keadaan yang terjadi.


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Jadi, dapat saya simpulkan bahwa pembelajaran Daring dimasa Pandemi ini dirasa masih tidak efektif sebab  sekitar 85% belum efektif dan 15% mengatakan sudah, hal ini harus menjadi perhatian yang tinggi agar pembelajaran daring ini menjadi lebih efektif. Namun, dibalik semua itu yaitu keluhan keluhan ketika pembelajaran online berlangsung terdapat hikmah bahwa Ternyata sistem teknologi maupun jaringan yang ada di indonesia perlu mendapatkan perhatian serta perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Jangan sampai terjadi ada korban yang meninggal akibat pembelajaran online karena terjatuh dari atap ketika sedang mencari sinyal. Dan efektif atau tidak nya pembelajaran ini merupakan suatu kebaikan untuk kita bersama. Semoga wabah Corona ini cepat berakhir.
B. Saran
  • Ketika Indonesia ingin proses belajar mengajar ini menggunakan teknologi berarti pemerintah harus siap dengan segala fasilitas yang di butuhkan oleh sekolah dan juga memberikan pemahaman kepada guru dan siswa mengenai pembelajaran daring ini karna di Indonesia ini tidak semua orang mengerti akan tekhnologi jadi di perlukan pemahaman khusus untuk warga sekolahnya memang belajar tekhnologi ini bisa otodidak bagi mereka yang mumpuni dan sudah terbiasa dengan teknologi tetapi bagi bagi mereka yang belum terbiasa maka akan terasa asing, mungkin disini pemerintah harus terlebih dahulu melakukan survei terhadap pembelajaran baik ini dan melihat sisi positif fan negatif dari pembelajaran ini.
  • dengan adanya covid-19 ini khusus nya untuk anak usia dini adalah menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring/online) pembelajaran ini tentu harus dibantu dan didampingi oleh orang tua, agar anak usia dini dapat menyelesaikan tugasnya. Pembelajaran jarak jauh dilakukan sangat ampuh untuk menerapkan social distancing, karena jika pembelajaran offline tetap dilakukan dikhawatirkan akan mempercepat penyebaran covid-19.
  • Selama pembelajaran online tentunya siswa maupun guru harus mampu memguasai berbagai sarana pembelajaran online, maka akan tercipta pemikiran mengenai metode dan model pembelajaran yang lebih bervariasi yang belum pernah dilakukan oleh pendidik.
  • guru membuat konten video kreatif sebagai bahan pengajaran. Dalam hal ini, guru lebih persuasif karena membuat peserta didik semakin tertarik dengan materi yang diberikan oleh guru melalui video kreatif tersebut. Peserta didik tentu akan dapat memahami apa yang dijelaskan oleh guru melalui video kreatif yang dibuat oleh guru tersebut. Sehingga dengan adanya penerapan model pembelajaran di rumah ini, membuat siswa tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran secara online.
  • Sistem pembelajaran yang baik untuk dilaksanakan yaitu bisa menggunakan sistem metode multimodal yang mana metode ini sangat bagus mengajar kan kepada siswa untuk lebih aktif dalam belajar serta guru di tuntut untuk bisa menggunakan alat teknologi dan kreatif.
  • Penulis tentunya masih menyadari jika makalah diatas masih terdapat banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut dengan berpedoman pada banyak sumber serta kritik yang membangun dari para pembaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN HASIL KUESIONER KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL TENAGA KEPENDIDIK TINGKAT SMP/MTS di KABUPATEN BOGOR

Parenting: Melindungi Anak dari Bullying dan Kekerasan di TVRI