LAPORAN HASIL KUESIONER KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL TENAGA KEPENDIDIK TINGKAT SMP/MTS di KABUPATEN BOGOR

LAPORAN HASIL KUESIONER
KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL TENAGA PENDIDIK
 TINGKAT SMP/MTS di KABUPATEN BOGOR

Ditujukan untuk memenuhi tugas individu Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Dosen pengampu : Ibu Hana M. Pd


Disusun oleh : Kikih Jakiah Darojah (1920.04.001)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
 MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (MPI)
 INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID (INAIS) BOGOR

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur marilah kita panjatkan kehadirat allah subhanahu wata'ala yang telah memberikan kita banyak kenikmatan diantaranya nikmat iman, islam, dan nikmat sehat walafiat sehingga saya bisa menyelesaikan tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang diampu oleh Ibu Hana Lestari M. Pd mengenai "kemampuan literasi digital tenaga pendidik tingkat SMP/MTS di kabupaten Bogor" dengan sebaik baiknya.

Shalawat dan salam semoga tercurah limpah kepada junjungan kita yakni nabi besar Muhammad salallahu alaihi wassalam yang semoga kita mendapat syafaatnya fiddunya wal akhirat. Aamiin.

Saya  ucapkan terimakasih kepada tenaga pendidik dari berbagai tempat mengajar yang sudah ikut berpartisipasi dan berkontiribusi dalam kuesioner ini sehingga saya bisa membuat  makalah ini.

Tidak terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan dalam makalah ini seperi penggunaan bahasa, susunan kalimat dan tata bahasanya, maka dari itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik pembaca yang membangun agar penulis dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi kepada pembaca.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kompetensi guru menguasai literasi digital merupakan keharusan agar bisa memaksimalkan pemelajaran di abad ke-21. Pada abad 21, ada 4 ketrampilan yang harus dikuasai siswa, yakni: Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation.

Ditengah berkembang pesatnya arus kemajuan teknologi informasi dan komunikasi diera serba digital, Kecanggihan  teknologi, komunikasi serta informasi yang semakin pesat sangat mempengaruhi tingkat kemajuan pendidikan di Indonesia, dengan adanya teknologi tentunya sangat membantu dalam kegiatan dan proses belajar mengajar. Tetapi untuk itu kita harus melek akan pengetahuan mengenai teknologi itu sendiri melalui literasi digital.

Kemampuan literasi digital ini sudah seharusnya menjadi salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh semua orang. Terkhusus bagi tenaga pendidik, memiliki kemampuan literasi digital merupakan suatu kebutuhan yang menunjang kemampuan, pengetahuan serta keterampilan dalam menggunakan media maupun alat-alat komunikasi dengan baik, cermat dan bijaksana.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud literasi digital?
2. Apakah Pentingnya literasi digital bagi tenaga pendidik/guru?
3. Bagaimanakah hasil dari kuesioner mengenai kemampuan literasi digital tenaga pendidik di SMP/MTS di kabupaten Bogor?

C. Tujuan 
1. Menambah dan memahami pengetahuan lebih jauh lagi mengenai literasi digital.
2. mengetahui Pentingnya literasi digital bagi tenaga pendidik/guru.
3. Mengetahui hasil dari kuesioner mengenai kemampuan literasi digital tenaga pendidik sekolah di SMP/MTS di kabupaten Bogor.

D. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan yaitu penyebaran kuesioner melalui media WhatsApp secara pribadi oleh pihak pembuat kuesioner kepada pihak tenaga pendidik (responden) dan melalui penyebaran di WAG serta media sosial seperti FB.

E. Peserta/ Responden
Peserta atau responden dalam kegiatan pengisian kuesioner dikhususkan hanya kepada tenaga pendidik tingkat SMP/MTS di kabupaten Bogor  yang sedang menjalani Pembelajaran secara online/daring.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Literasi digital

Literasi (Latin=Literatus) secara harfiah memiliki arti orang yang belajar (a learned person). Dalam pengertian sederhana, literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. 

Dalam pengertian yang lebih kompleks, literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Selain kemampuan dalam hal membaca dan menulis, literasi juga mencakup kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual, yaitu dalam bentuk video ataupun gambar. 

Kemampuan ini dikenal dengan istilah melek hukum. kata digital (Yunani=Digitus) memiliki arti jari - jemari. Manusia memiliki sepuluh jari - jemari. Nilai sepuluh tersebut terdiri dari dua radix, yaitu 1 dan 0. 

Digital merupakan gambaran dari suatu kondisi bilangan yang terdiri dari angka 1 dan 0 atau Off dan On (sistem bilangan biner), yang disebut juga dengan istilah Bit (Binery Digit). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. 

Dari pengertian ini, pengertian digital secara harfiah tadi berkembang sehingga memiliki pengertian yang erat kaitannya dengan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communications Technology), komputer, komputerisasi dan sebagainya.
Setelah memahami definisi dari literasi dan digital, maka dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa literasi digital adalah literasi yang didigitalisasi atau literasi yang memanfaatkan sistem komputer serta teknologi informasi dan komunikasi.

Istilah literasi digital (Digital Literacy) diperkenalkan dan digunakan pertama sekali oleh Paul Gilster* dalam bukunya Digital Literacy (1997). Ia mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan menggunakan teknologi dan informasi dari piranti digital secara efektif dan efisien dalam berbagai konteks, seperti akademik, karir, dan kehidupan sehari - hari.
Dari definisi tersebut, terlihat jelas bahwa literasi digital merupakan instrumen yang harus diterapkan guna mencerdaskan kehidupan masyarakat dalam interaksinya di dunia digital. 
Definisi tersebut menegaskan bahwa literasi digital pada akhirnya akan bermuara pada efektivitas dan efisiensi dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi terhadap aspek - aspek kehidupan.

B. Pentingnya literasi digital bagi tenaga pendidik/guru

Literasi digital adalah sebuah keharusan bagi guru, juga bagi para pengambil keputusan dan pembuat kebijakan di bidang pendidikan, karena manusia-manusia yang diurusi sudah berada pada dunia digital. 

Guru masa kini harus mampu dan memiliki apa yang disebut literasi digital. Kemampuan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital dan alat komunikasi untuk memperoleh serta mengelola informasi itu disebut sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Para guru tidak dapat meniadakan dan melawan tuntutan tersebut.

Karna Siswa sekarang adalah digital native. Seluruh siswa yang bersekolah dari tingkat SD hingga SMA saat ini adalah digital native yang lahir dan tumbuh di era digital. Oleh karena itu, para guru harus mampu secara efektif mendampingi generasi muda yang mereka didik. Dengan literasi digital yang baik, anak akan mudah diarahkan untuk mampu memilah mana informasi berguna dan mana informasi hoax.

C. Hasil dari kuesioner mengenai kemampuan literasi digital tenaga pendidik sekolah di SMP/MTS di kabupaten Bogor.

Setelah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan literasi digital dan kita juga sudah cukup memahami betapa pentingnya kemampuan literasi digital bagi tenaga pendidik apalagi di zaman yang semakin modern serta canggih ini. 

Nah berikut ini merupakan pertanyaan yang saya ajukan dalam kuesioner yang di sebarkan kepada tenaga pendidik tingkat SMP/MTS di kabupaten Bogor. lalu bagaimanakah jawaban mereka. Berikut ini lah penjabarannya:

1. Apakah Bapak/Ibu memiliki akun Gmail atau Email?



Dari perolehan data diatas menyatakan bahwa 100% tenaga pendidik sudah memiliki akun Gmail/Email.

2. Apakah Bapak/Ibu memiliki Akun media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp dan lainnya?



Dari data yang sudah saya peroleh bahwa 100% atau keseluruhannya memiliki akun media sosial.

3. Apakah Bapak/Ibu dapat menghasilkan Komputer atau Laptop dengan baik?


Dari data yang sudah saya peroleh bahwa 100 % tenaga pendidik/guru mampu untuk mengoperasikan Komputer atau laptop dengan baik.

4. Apakah Bapak/Ibu dapat mengoperasikan Microsoft Excel?


Jadi, menurut data yang saya terima sekitar 80% guru atau tenaga pendidik mampu untuk mengoperasikan Microsoft Excel, sisanya sekitar 20% tidak. 

5. Apakah Bapak/Ibu dapat mengoperasikan Microsoft word?



Nah, menurut data tersebut dapat dihasilkan suatu data bahwa 100% guru atau tenaga pendidik mampu untuk mengoperasikan Microsoft word berbeda dengan hasil dari Microsoft Excel, mungkin dikarenakan bahwa Microsoft Excel lebih rumit dibindingkan dengan Microsoft word.

6. Apakah Bapak/Ibu dapat mengoperasikan Microsoft Powerpoint?

Dari data tersebut memperoleh suatu hasil bahwa 90% guru atau tenaga pendidik mampu untuk mengoperasikan Microsoft Powerpoint dan hanya sekitar 10% saja yang tidak. 

7. Apakah Bapak/Ibu dapat mengoperasikan Aplikasi editor Photo?


Dari data tersebut diperoleh suatu data bahwa sekitar 70% guru atau tenaga pendidik dapat untuk mengoperasikan aplikasi editor photo dan hanya sekitar 30% saja yang tidak dapat. 

8. Apakah Bapak/Ibu dapat mengoperasikan Aplikasi editor Video?


dari data tersebut dapat di nyatakan bahwa 70% guru atau tenaga pendidik dapat untuk mengoperasikan aplikasi editor video artinya mereka mampu untuk membuat video. Dan kemampuan membuat video ini sangat diperlukan apalagi dimasa pembelajaran dirumah, agar para peserta didik bisa melihat konten video yang menarik dan tidak mengalami kebosanan dalam proses pembelajaran di rumah. Dan hanya sekitar 30% yang tidak.

9. Bapak/Ibu lebih menyukai membaca melalui Digital seperti Handphone dan Laptop atau lebih menyukai membaca dari buku?

Berdasarkan data tersebut sekitar 70% guru atau Pendidik lebih menyukai membaca melalui Digital dibandingkan dengan membaca melalui buku. Sebab hanya sekitar 30% saja yang lebih memilih atau menyukai membaca di buku.

10. Apakah Bapak/Ibu pernah membuat karangan atau tulisan yang diupload baik di blog, situs web ataupun media sosial?
Dari hasil data tersebut terdapat 60% guru atau pendidik sudah pernah membuat karangan atau tulisan yang di upload atau di kirim di media sosial ataupun di blog. Dan sekitar 40% saja yang tidak pernah membuat karangan yang kemudian di upload. 

11. Saat ingin mengetahui suatu informasi yang berkaitan dengan pelajaran, apa yang pertama kali Bapak/Ibu lakukan?


Dari pertanyaan yang saya buat, saya mengajukan tiga pertanyaan yaitu Browsing, Membaca buku, dan bertanya pada orang. Berdasarkan data tersebut sekitar 70% menjawab yang pertama kali di lakukan adalah Browsing atau mencari info di internet. Sementara 30% menjawab mencari di buku. Dan 0 % menjawab bertanya pada orang lain.

12. Ketika ingin memulai proses pembelajaran Bapak/Ibu apakah mencari juga informasi di internet atau hanya mengandalkan dari buku ajar saja?


Dari perolehan data tersebut dinyatakan bahwa 90% pendidik atau guru tidak hanya mengandalkan buku ajar saja akan tetapi mereka juga menggunakan internet untuk mencari informasi lebih jauh lagi terkait materi yang akan mereka ajarkan. Dan hanya sekitar 10% saja yang tidak.

13. Ketika pembelajaran dialihkan ke sistem daring, aplikasi apakah yang Bapak/Ibu gunakan untuk melakukan proses pembelajaran?



Dari data yang telah saya peroleh sekitar 50% pendidik atau guru dalam melakukan proses pembelajaran hanya mengandalkan aplikasi WhatsaApp saja. Sekitar 10 % menggunakan aplikasi zoom dan 40% guru atau pendidik menggunakan aplikasi WhatsApp dan media aplikasi lainnya untuk kelangsungan proses pembelajaran. 

14. Apakah  dengan adanya kemampuan literasi digital memudahkan Bapak/Ibu dalam proses pembelajaran?



sekitar 80% menyatakan setuju bahwa dengan adanya kemampuan literasi digital maka akan memudahkan proses mengajar belajar. dan hanya sekitar sedikitnya 20% saja yang beranggapan tidak.

15. Menurut Bapak/Ibu Apakah kemampuan dalam literasi digital memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan?

Dari hasil data tersebut sekitar 90% guru atau pendidik setuju bahwa kemampuan literasi digital pendidik atau guru berpengaruh besar terhadap dunia pendidikan. Dan hanya sekitar 10% sajalah yang tidak.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari Paparan atau penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan makalah yang membahas mengenai "Laporan Hasil Kuesioner Kemampuan Literasi Digital pendidik atau guru tingkat SMP/MTS di kabupaten Bogor" ternyata dari hasil kuesioner tersebut dapat dinyatakan bahwa sudah sebagian besar pendidik atau guru SMP/MTS di Kabupaten Bogor sudah memiliki kemampuan dalam literasi digital. Sehingga ketika pembelajaran yang dialihkan menjadi pembelajaran daring/online mereka akan mampu untuk mengatasi nya sebab sudah mampu mengoperasikan diantaranya Microsoft word, Excel, dan Powerpoint. Dan banyak yang lebih menyukai membaca melalui Digital, banyak juga yang memiliki kemampuan dalam editor photo maupun video sehingga seharusnya kemampuan ini mampu untuk menciptakan sistem pembelajaran online yang asyik dan tidak membosankan. Ditambah lagi banyaknya kemampuan untuk mengoperasikan aplikasi lain dan pembelajaran tidak hanya diambil dari buku saja. Serta 90% pendidik/guru setuju bahwa dengan adanya kemampuan literasi digital bagi pendidik itu dapat berpengaruh besar terhadap dunia pendidikan ditambah lagi sekarang adalah zaman moderen dan teknologi juga semakin canggih.

B. Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber – sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan.


Daftar Pustaka



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Hasil Analisis Kuesioner Efektivitas Pembelajaran Online Tenaga Pendidik

Parenting: Melindungi Anak dari Bullying dan Kekerasan di TVRI