Parenting: Melindungi Anak dari Bullying dan Kekerasan di TVRI
PARENTING : MELINDUNGI ANAK DARI BULLYING DAN KEKERASAN
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pengampu : Ibu Hana Lestari M. Pd
Nama : Kikih Jakiah Darojah
NIM : 1920.04.001
Prodi : Manajemem Pendidikan Islam
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh...
Apa kabar nih semuanya? Semoga baik baik saja ya.. hmmm masih suasana lock down nih. Ya mau gak mau harus tetap dirumah demi kebaikan bersama, alhamdulillah sekarang sudah memasuki bulan Ramadhan, jangan pada mudik ya sayangi orang tua dikampung halaman. Oh iya.. pembelajaran dirumahnya gimana nih, mungkin sudah tahu ya bahwa di TVRI ada pembelajaran dan itu masih berlangsung Hingga sekarang karena kegiatan belajar mengajar di sekolah ditiadakan untuk sementara.
Program ini merupakan upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat pandemi virus corona COVID-19.
Program #BelajardariRumah tersedia untuk pelajar dari semua jenjang pendidikan. Program ini juga menyajikan tayangan edukatif Pengasuhan dan Pendidikan Anak untuk orang tua dan guru.
Nah untuk blog kali ini saya akan membahas mengenai :
parenting melindungi anak dari bullying dan kekerasan
Hmmmm Bullying... Kata yang sudah tak asing lagi bukan? Atau jangan jangan kamu pun sudah pernahkah mengalami pahitnya menjadi korban bullying atau malah kamu yang menjadi pelakunya 😯
bullying merupakan tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan. Ada banyak jenis bullying. Bisa menyakiti dalam bentuk fisik, seperti memukul, mendorong, dan sebagainya. Dalam bentuk verbal adalah menghina, membentak, dan menggunakan kata-kata kasar. Mangkanya penting banget nih parenting mengenai melindungi anak dari Bullying dan kekerasan apalagi sekarang zaman sudah semakin canggih membuly pun bisa dilakukan di dunia Maya tak hanya di dunia nyata saja.
Tapi, sebelumnya tahu gak si apa itu parenting?
Parenting adalah upaya pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dalam keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.Parenting sebagai proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak-anak mereka yang meliputi aktivitas-aktivitas sebagai berikut : memberi makan (nourishing),memberi petunjuk (guiding), dan melindungi (protecting) anak-anak ketika mereka tumbuh berkembang.Penggunaan kata "parenting" untuk aktivitas-aktivitas orang tua dan anak di sini karena memang sampai saat ini belum ada padanan kata dalam bahasa Indonesia yang tepat.
Orang tua harus memberikan tauladan yang baik bagi anak-anaknya, karena anak usia dini adalah peniru yang ulung. Anak akan belajar melalui tahapan imitasi yaitu meniru. Apa yang dilihat dan didengar anak akan ditiru oleh anak. Jadi orang tua harus lebih berhati-hati dalam perilaku maupun perkataan.
Penting gak si parenting itu?
Manfaat yang diperoleh dari parenting education yaitu menambah wawasan dan pengetahuan orang tua dalam hal pengasuhan anak sesuai dengan usia, karakter dan perkembangannya. Parenting education memiliki 3 tujuan yaitu :
1. Meningkatkan kesadaran orang tua
Orang tua harus memiliki kesadaran bahwa mengasuh anak tidak boleh sembaranagn. Dalam mengasuh anak, diperlukan berbagai macam pengetahuan. Orang tua tidak boleh asal-asalan dalam memberikan pengasuhan pada anak. Mengasuh anak tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhannya saja. Orang tua harus menyadari jika belum memiliki banyak pengetahuan dalam hal pengasuhan, maka harus belajar dengan orang yang lebih ahli seperti pakar parenting. Karena dalam mengasuh anak tidak hanya berdasar pengalaman orang lain seperti orang tua, mertua, saudara, ataupun tetangga. Karena pada dasarnya karakter anak itu berbeda-beda jadi dalam hal pengasuhan juga harus berbeda.
2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam hal pengasuhan
Dalam proses pengasuhan, orang tua terlebih dahulu harus memahami tentang pola asuh yang baik bagi anaknya. Hal ini penting agar proses pengasuhan sesuai dengan karakter, usia dan perkembangan anak. Maka dari itu, dengan adanya parenting education ini pastinya akan membuat orang tua lebih mengerti bagaimana pola asuh yang baik.
3. Mempertemukan kepentingan dan keinginan antara pihak keluarga dan sekolah
Tujuan dari parenting education yang terakhir adalah mempertemukan kepentingan dan keinginan keluarga dan sekolah. Misalnya jika di sekolah anak diajarkan sikap mandiri dan disiplin, maka dirumah orang tua juga harus menerapkannya.
Wahhh kalau gitu penting banget ya parenting itu 😯
Nah karna sudah tahu parenting itu apa dan sudah tahu pula manfaatnya, kira kira apa ya yang di bahas di TVRI mengenai Parenting melindungi anak dari Bullying dan kekerasan. Yuuk disimak..
Perundungan atau Bullying pada Anak
Bullying dan kekerasan memang hal yang sering terjadi kepada siapapun, anak-anak maupun orang dewasa. Bullying adalah bentuk penindasan terhadap orang lain. Perilaku ini bisa menjadi kebiasaan buruk. Biasanya, ada ketidakseimbangan kekuatan fisik dan kedudukan sosial.
Anak dikucilkan di kelas Bullying atau Social punishment
Teman teman menyingkirkan dia, gak mau main sama dia, menjauhi dia bukan karena intensi memang ingin mendapatkan kepuasan melihat teman menderita atau niat mau nyakitin tapi karena memang perilaku anak tersebut membuat ilfeel misalnya dia orangnya jorok, kasar sehingga temannya pun ogah alias gak mau dekat dekat sama dia. Mungkin kesannya seperti bullying tapi ini bukan bullying tapi sosial punishment ya gaes itu merupakan hukuman yang diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan oleh seseorang yang bersangkutan.Tindakan penindasan atau bullying terdiri atas empat jenis, yaitu
1. Bullying Fisik, yaitu penindasan yang dilakukan dengan melibatkan kekerasan fisik (memukul, mencekik, meninju, menendang, meludahi, dsb). Termasuk merusak barang milik korban.
2. Bullying Verbal, yaitu kekerasan verbal berupa naming (memberi julukan nama), celaan, fitnah, penghinaan, menyebarkan tuduhan yang tidak benar.
3. Bullying sosial, yaitu pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengucilan, pengabaian, penyingkiran (termasuk menghasut orang lain untuk ikut mengasingkan korban bullying).
4. Bullying Cyber, yaitu tindakan bullying yang muncul seiring perkembangan teknologi. Korban terus mendapat pesan negatif, baik berupa sms, pesan di chat, internet (website), maupun media sosial.
Bagaimana mengembangkan potensi anak pada hal positif pada lingkungan sosial maupun dirinya sendiri?
Anak itu senang meniru, dia lebih menuruti apa yang di lihat daripada apa yang dia dengar, maka sudah seharusnya sebagai orang tua harus mampu dalam mengendalikan emosi kita. Kalau kita berprilaku yang tidak baik pada anak bisa jadi anakpun akan berprilaku yang tidak baik. Ada beberapa kasus perundungan atau bullying dan ternyata kasus tersebut dilatarbelakangi karena kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya. Maka perhatian orang tua sangat lah penting dalam perkembangan anak. Jika sebagai orang tua kurang dalam memperhatikan maka anak akan membuat hal buruk agar mampu mendapatkan perhatian dan anak pun akan mencari lingkungan yang dia pikir bisa menerima dia dan akhirnya anak jatuh pada jurang kehancuran.
Siapa Saja ya yang kira kira membutuhkan penanganan intensif dalam kasus bullying?
1. Korban perundungan perlu bantuan untuk memiliki kemampuan sosial yang baik.
2. Pelaku perundungan merupakan korban juga gaes, karna dia tidak tahu cara berinteraksi yang baik dan benar untuk bisa mendapatkan kekuatan dalam berinteraksi sosial. Bahwa menarik perhatian bukan dengan cara meledek, mengejek, menekan atau bahkan melakukan tindakan kekerasan. Mereka perlu dilatih menyalurkan kekuatan dengan cara positif bukan negatif.
3. Saksi perundungan juga perlu mendapatkan penanganan, karna dikawatirkan dia akan menirukan dan akhirnya menjadi pembuly.
cara untuk menangani perundungan pada anak:
1. Ajari anak mengungkapkan apa yang dirasakan2. Latih keberanian anak untuk melawan
3. Ajari anak untuk melaporkan kepada yang berwenang
4. Ajak pelaku perundungan untuk bicara dari hati ke hati
Mengapa anak anak korban bullying perlu ditangani dengan tepat?
1. Secara fisik mereka mengalami hal hal yang tidak menyenangkan, menyakitkan dan membuat mereka mengalami perubahan fisik wajah dan badan mereka menjadi pucat, lesu, tidak bergairah dan merasakan ketidaknyamanan fisik.
2. Secara emosi mereka memiliki trauma, perasaan minder, perasaan bersalah.
3. mengalami perubahan pada hubungan dengan orang orang sekitar pada kebiasaan mereka sehari hari. Ntah itu jadi takut otw ke sekolah, keluar rumah, takut bertemu dengan orang orang sekitar dan takut melakukan hal hal yang biasa mereka lakukan.
4. Mengurung diri membatasi pergaulan dan tidak berani mengekspresikan dirinya.
5. Menghadapi masa depan yang suram, menghadapi ketakutan, kecemasan, ketidakpastian masa depan.
Oleh karena itu, anak anak tersebut perlu dibantu untuk bisa ditangani dengan tepat agar bisa tumbuh dan berkembang dengan lebih baik lagi. Meskipun mereka mengalami hal hal yang tidak menyenangkan.
Apa yang harus dilakukan dan bagaimana menangani anak anak yang menjadi korban?
1. Pastikan kita memberikan perlindungan pada mereka. Dan berikan keyakinan kepada nya bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi lagi.
2. Berikan perlindungan kepadanya, dengan melaporkan kepada yang berwajib dan pada P2TP2A yang memberikan perlindungan pada anak.
3. Terimakasih perasaan anak anak itu dengan memberikan kesempatan untuk menyampaikan perasaannya, kegundahannya, perasaan takut dan cemasnya .terimalah mereka dengan pelukan, dekapan, usapan, agar mereka mereka nyaman. Biarkan mereka mengekspresikan emosi emosi kemarahan mereka yang membuat mereka tertekan.
4. Meminta bantuan kepada tenaga medis untuk memeriksa kesehatan mereka dan bantuan psikolog juga.
Tips mengatasi perundungan anak
1. Penanganan terhadap perundungan harus cepat dan serius.
2. Penanganan perundungan membutuhkan penanganan yang sangat intensif untuk 3 pihak.
3. Korban perundungan butuh keterampilan sosial yang baik.
4. Pelaku perundungan pun adalah korban
5. Saksi saksi juga perlu mendapatkan penanganan.
Kesimpulan
Jadi, kita pun tak hanya berfokus pada korbannya saja untuk mampu bangkit dari keterpurukannya, tapi pelakunya pun perlu untuk diperhatikan dan diajarkan bagaimana bertindak dengan bijak dan baik. Tak sepatutnya mereka disalahkan penuh terhadap apa yang mereka lakukan. Bisa saja sebagai orang tua kita perlu untuk introspeksi diri mungkin telah kurang memperhatikan buah hati sehingga ia melakukan hal yang buruk untuk mendapatkan perhatian. Dan yang tak kalah penting adalah saksi saksi atau orang orang yang melihat terjadinya pembulian pun perlu mendapatkan penanganan, mungkin ia tidak ikut membuly namun dengan mentertawakan itu pun sama saja dengan mendukung aksi pembulian tersebut. Dengan alasan apapun tak ada pembenaran dalam perbuatan tercela tersebut. Jangan mencela, menghina, meledek, menganggap remeh, ingatlah bahwa Tuhan pun yang menciptakan kita menilai kita dari segi keimanan bukan dari segi rupa. Jika kita menilai seseorang dari rupanya karena jelek, hitam, gendut atau apapun itu yang mampu menggores hati. Yang Patut dipertanyakan adalah bagaimana kamu mampu mencintai Tuhanmu yang tak berupa?
Dan ingatlah pula bahwa yang dibully merupakan orang yang terdzolimi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اتَّقِ دَعْوَةَ المَظْلُومِ، فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
Takutlah kalian terhadap doanya orang yang didzalimi. Karena tidak ada tabir antar dia dengan Allah. (HR. Bukhari 2448).
Coba deh kita perhatikan, seringkali yang meremehkan orang lain, menganggap dirinya hebat, lebih berkuasa, dan lebih benar dari orang lain. Sedangkan korban bullying kebanyakan merasa dikucilkan, depresi, dan trauma. Padahal bullying dilarang loh dalam Islam. Allah Swt berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum dari kalian menghina kaum yang lain, boleh jadi kaum yang dihina itu lebih baik dari mereka (yang menghina). (QS al-Hujurat : 11)
Hmmm gimana nih pembahasan mengenai melindungi anak dari bullying dan kekerasan ini, semoga kita mampu untuk melindungi dan mencegah anak untuk berbuat bullying dan kekerasan ya.
Oh iya Kira kira asyik gak nih pembahasan nya, bermanfaat sekali ya untuk kita para orang tua maupun calon orang tua , didalam tayangan ini tentu ada kekurangan dan kelebihannya ya. Yuuk coba kita Analisis.
Kelebihan
1. Untuk kita yang kalau misalkan sibuk jadi gak sempet atau ketinggalan karena asyik didunia mimpi, gak usah cemas dan tetap santuuyy karena ada tayangan ulangnya, kita bisa akses di gadget. Dibawah ini merupakan linknya ya..
LINK 1
LINK 2
LINK 3
2. Menambah wawasan untuk para orang tua maupun guru dalam penanganan atau mengatasi bullying pada anak.
Kekurangan
1. Durasinya terlalu sebentar, hanya sekitar 30 menit sementara apa yang disampaikannya itu cukup banyak sehingga mengakibatkan Pembahasannya terlalu cepat, jadi sering kali ketinggalan, jangan sampai ada yang ngajak ngobrol duhh bisa bisa ketinggalan.
2. Menurut saya ini merupakan planning yang bagus namun pas di bagian organizing sama controlingnya kurang. Jadi, perencanaan nya sudah bagus untuk kebaikan guru maupun para orangtua namun kurang sosialisasi nya, seharusnya ada dari RT untuk memberikan info info terkait hal ini dan diberitahukan pula betapa bermanfaat nya parenting ini. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak para orang tua yang tidak tahu mengenai hal ini dikarenakan tidak mempunyai gadget sehingga sangat diperlukan lah sosialisasi agar tujuan yang baik mampu terwujud dengan baik pula.
Jadi, apakah efektif atau tidak ya pembelajaran Daring ini?
Keputusan ini merupakan untuk kebaikan dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat banyak. Untuk soal efektif atau tidak efektifnya, akan kembali lagi bagaimana masyarakat menanggapi dan menerapkannya secara berbeda-beda pada tiap wilayah.
Cukup sampai disini dulu ya. Mohon maaf apabila ada kekurangan dan semoga bermanfaat untuk kita semua.






Komentar
Posting Komentar