E-Learning sebagai solusi akibat Covid-19

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh....

oke back in my blog kali ini saya akan membahas mengenai E-Learning sebagai solusi akibat Covid-19.



Tentu kita tahu apa yang sedang terjadi pada saat ini, tentang wabah yang kian menggerogoti, yang membuat kewalahan, dan mengiris hati kala menyaksikan pandeminya yang semakin merajalela.. sudah ribuan, puluhan ribu, bahkan ratusan ribu yang sudah terjangkit oleh si kecil namun mematikan itu, ya dia adalah Covid-19 atau sapaan akrabnya Corona. 

Lalu apa itu virus Corona?





Virus Corona atau COVID-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia. Virus ini masih berhubungan dengan penyebab SARS dan MERS yang sempat merebak beberapa tahun lalu.
Dengan adanya Covid-19 ini bukan hanya membuat relung hati ikut terpuruk, namun perekonomian juga ikut ambruk, lalu bagaimana dengan pendidikan? Apakah pendidikan juga ikut terkena imbasnya? Lalu bagaimana solusinya ? metode apa yang akan dipakai dalam mengani kasus ini?  Sementara kita dituntut untuk jaga jarak. Maka metode pembelajaran akan dialihkan menjadi Pembelajaran jarak jauh atau pendidikan jarak jauh adalah sistem pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh dan tidak memerlukan ruang belajar secara fisik. Atau bisa juga disebut dengan Social distancing.

Apakah kamu tahu social distancing?


Social distancing merupakan salah satu langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona dengan menganjurkan orang sehat untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain. Kini, istilah social distancing sudah diganti dengan physical distancing oleh pemerintah.

Ketika menerapkan social distancing, seseorang tidak diperkenankan untuk berjabat tangan serta menjaga jarak setidaknya 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang sakit atau berisiko tinggi menderita COVID-19.

Kenapa harus Social distancing?




Social distancing dinilai bisa mengurangi risiko penyebaran virus corona karena virus ini menular antarmanusia melalui droplet (partikel air liur) saat penderita bersin atau batuk.

Laahh jika harus Social distancing bagaimana dengan nasib pendidikan kita?

Di era digital ini, pembelajaran/pendidikan jarak jauh menggunakan internet (e-learning) berkembang dengan pesat. Dalam pembelajaran jarak jauh, peserta didik dituntut untuk lebih aktif, mandiri dan mampu memotivasi dirinya sendiri. Hal ini merupakan kunci sukses dalam mengikuti  pembelajaran jarak jauh. Nah jadi pembelajaran akan menggunakan metode E-Learning.

Apasih E-learning itu tentu bukan hal yang asing bukan?



E-learning merupakan model atau program pendidikan jarak jauh yang memanfaatkan jasa perangkat teknologi komputer atau biasa disebut internet. Dengan demikian, lembaga/institusi yang mengembangkan e-learning haruslah sudah melek teknologi (technology literate) dan sudah memiliki jaringan internet dan mengaplikasikan internet
Lalu bagaimana dengan sistem ini. Apakah berdampak baik atau malah terlalu banyak dampak buruknya. 

Dan apakah metode ini baik dalam proses pembelajaran. Yuuk kita coba Analisis SWOT..


Tentu di blog sebelum sudah dibahas mengenai apa itu analisis SWOT. Coba kamu ingat ingat. Yappss betul analisis SWOT merupakan metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek.

Kira kira apasih Strenght (Kekuatan) pada metode ini? 


  • Peserta didik dapat belajar tanpa dibatasi waktu, tempat dan jarak, hal ini memberikan peluang bagi mereka yang sudah bekerja namun masih ingin meningkatkan dan mengembangkan kemampuannya. Misalnya Peserta didik menjadi lebih aktif dan lebih mandiri dalam proses belajar mengajar.
  • Dalam era digital ini, interaksi antara peserta didik dan pengajar dapat dilakukan sesuai dengan ketersediaan waktu mereka. Jika tak ada alasan untuk lari dari kenyataan.
  • Peserta didik dapat mengakses atau mereview bahan pelajaran setiap saat. Karena waktu lebih bebas sehingga disaat malam pun kamu bisa untuk mereview bahan pelajaran.
  • Penyelesaian materi disesuaikan dengan kemampuan dan waktu peserta didik. Jika peserta didik memiliki semangat dan kemampuan menyelesaikan modul lebih cepat, maka ia bisa menyelesaikan pembelajarannya lebih cepat.
  • Sistem pengiriman materi yang luwes karena pembelajar dapat memilih waktu dan tempat untuk belajar di internet dan www terbuka sepanjang hari (nonstop), Sumber-sumber belajar relatif mudah dikembangkan melalui berbagai paket-paket standar, Dapat mengakses sumber-sumber lain yang tersedia di internet.
  • E-Learning mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama. E-learning bukan hanya untuk aktivitas individu saja melainkan juga mendukung sekelompok orang atau grup dalam belajar bersama, berkomunikasi dan lainnya. 

Setiap kekuatan pasti mempunyai weaknesses (Kelemahan), sebab kesempurnaan hanyalah milik Allah. Bener gak gaes?..



  • Perlunya keterampilan dasar di bidang teknologi informasi bagi pengguna, Dibutuhkan pelatihan khusus tentang e-learning, karena tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak siswa yang tidak mengerti tentang penggunaan teknologi.
  • Biaya pengembangan materi pembelajaran e-learning relatif mahal. Bagi Siswa ini terasa mahal sebab mereka belum mampu untuk menghasilkan uang sendiri, dalam artian masih bergantung pada orang tua, jika meminta belum tentu dikasih, mau minta malu, dan dimarahin dulu baru dikasih, kadang mereka mengorbankan uang jajan demi kuota, hidup ini memang penuh perjuangan gaes.
  • Lebih menyita waktu dan butuh ketekunan dibanding tatap muka, yapss betul banget dikarenakan waktu lebih banyak, sehingga selalu berusaha untuk memperoleh hasil yang bagus. Belum lagi gangguan gangguan pengen rebahan kalau dirumah maka tentu saja ini yang membuat hilang fokus dan jadi tak tekun. 
  • Banyak orang lebih suka interaksi tatap muka. Begitu pun dengan saya yang lebih senang bila pembelajaran dilakukan secara tatap muka. Sebab bila berjauh jauhan jadi rindu. Etdaahh.. bukan itu gaes alasannya tapi jika E-Learning itu ada aja gangguannya ntah masalah sinyal, dan jika persentase menggunakan video itu gangguannya banyak banget ntah itu suara ayam tetangga, orang tua manggil, adik berisik. Lah jadi curhatπŸ˜‚ 
  • Membutuhkan penambahan peralatan dan staf yang khusus, Beberapa lingkungan pembelajaran membutuhkan seni komputer dan pembaharuan browser. Dan tidak cukup hanya mengandalkan pada handphone saja.
  • Proses pembelajaran cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan. Nah ini yang membuat kebanyakan siswa mengeluh. 
  • Jika siswa tak mempunyai motivasi dalam belajar maka proses E-Learning ini akan gagal. Apalagi ketika berada dirumah perlu kekuatan penuh untuk melawan kemalasan pada diri.

Setiap kekuatan yang ada tentu saja akan menghasilkan Oportunities (Peluang). Dan kita perlu memanfaatkan peluang itu dengan baik. 



  • Para peserta didik akan menemukan arah belajar depan monitor computer, menggunakan smartphone atau alat pembelajaran lainnya dengan baik dalam artian mampu mengoperasikan digital apalagi di era globalisasi ini. Hal itu tentu dapat berpengaruh positif terhadap skill atau kemampuan siswa agar tidak dianggap gagal teknologi.
  • Mampu mengarahkan kultur maya siswa yang sebelumnya hanya memiliki kemampuan dalam berorientasi jaringan internet untuk bermain game saja, akan mampu untuk jejaring social.
  • Wawasan yang didapat akan jauh lebih banyak dengan penggunaan E-Learning karena jangkauan atau aksesnya lebih luas.

Jalan tak selalu mulus, tentu akan ada saja cobaan yang menerpa. Lalu bagaimana Threats (Ancaman) pada proses E-Learning ini?...



  • minimnya akses dan infrastruktur jaringan telekomunikasi di daerah terpencil. Ini merupakan kendala yang cukup berat dan mengganggu, apalagi yang rumahnya disekitar pegunungan. Tentu sudah kesana kemari untuk menemukan jaringan.
  • mahalnya harga koneksi internet. Makin tahun ke tahun harga koneksi internet semakin mahal. Dan tidak pas di kantong Siswa, sehingga siswa terkadang ketinggalan info, dan lebih tragis nya ketinggalan proses pembelajaran. Untung gak ditinggal pas lagi sayang sayangnya.
  • rendahnya keterampilan teknologi informasi. Sehingga membuat siswa kebingungan dalam mengoperasikan pembelajaran secara E-Learning ini, dan jadi bolak balik tanya Abah google dan temannya. 

Setiap permasalahan yang ada tentu saja harus ada solusi untuk menyelesaikannya. Apa ya kira kira solusinya?...


  • Untuk masalah biaya penggunaan internet, sebaiknya pemerintah dan perusahaan-perusahaan telekomunikasi membuat suatu kesepakatan untuk menyediakan layanan internet murah terutama untuk bidang pendidikan. Kalau bisa gratis lebih baik.
  • Pemerintah bisa juga membuat kesepakatan dengan negara lain untuk dimintai bantuan. Terutama negara-negara yang sudah berhasil dalam pelaksanaan e-learning. Karena kesuksesan negara-negara tersebut dapat kita contoh untuk menyukseskan pelaksanaan e-learning di Indonesia.
  • Untuk masalah SDM, sudah seharusnya pemerintah atau instansi-instansi pendidikan mengadakan sosialisasi tentang e-learning. Untuk pengajar, bisa dilakukan diklat mengenai penggunaan e-learning dalam pembelajaran, sehingga staf pengajar sudah siap untuk melaksanakan sistem baru ini. Untuk siswa, seharusnya mereka dikenalkan dengan e-learning sejak dini, agar besok di jenjang yang lebih tinggi sudah terbiasa dengan sistem ini.
  • Untuk  permasalahan pada sinyal atau jaringan, sudah semestinya menggunakan kartu yang disesuaikan dengan letak geografis rumah. Sehingga ketika melakukan E-Learning tidak kesal sendiri karena susah sinyal.
Kesimpulan


Menurut saya metode pembelajaran secara E-Learning ini disamping adanya kendala ataupun kelemahannya itu bagus dan tetap baik dibandingkan tidak ada metode pembelajaran disebabkan wabah Corona ini, mungkin memang perlu adanya beberapa hal yang dibenahi guna mencapai tujuan pembelajaran yang di inginkan.

Terimakasih banyak sudah membaca blog saya, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan baik pengetikan maupun pola pikir. Tunggu blog selanjutnya.... 🚴🚴🚴


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh... πŸ™



Daftar Pustaka







Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN HASIL KUESIONER KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL TENAGA KEPENDIDIK TINGKAT SMP/MTS di KABUPATEN BOGOR

Laporan Hasil Analisis Kuesioner Efektivitas Pembelajaran Online Tenaga Pendidik

Parenting: Melindungi Anak dari Bullying dan Kekerasan di TVRI